Pelatihan Pemanfaatan Bahan Alami Pada Pembelajaran Seni Karya Ecoprint Bagi Guru Sekolah Dasar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Indonesia memiliki banyak sumber daya nabati berupa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil. Tidak hanya menjadi pewarna, namun daun yang mengandung pewarna tersebut juga bisa dimanfaatkan kandungan warnanya dan tulang daunnya serta permukaan daunnya untuk menjadi motif tekstil atau bisa disebut dengan ecoprint. Meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kelestarian alam menjadikan trend gaya hidup ramah lingkungan semakin digemari dan merambah luas ke berbagai sektor usaha. Hasil observasi dilapangan yang dilakukan penulis, menginformasikan bahwa di SDN Ciandur 2 banyak daun-daun yang berguguran dan tidak termanfaatkan. Daun yang berguguran tersebut hanya menjadi sampah yang terbuang sia-sia dengan dibakar. Padahal daun yang ada di sekitar SDN Ciandur 2 bisa dimanfaatkan dalam bidang tekstil yaitu untuk membuat ecoprint. Tujuan utama kegiatan PKM ini adalah sebagai upaya untuk peningkatan produktivitas, kreativitas dan sarana ekspresi bagi siswa dan guru di SDN Ciandur 2. Berdasarkan analisis situasi tersebut, permasalahan mitra mencakup yaitu rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap potensi alam, rendahnya kemampuan masyarakat untuk memberdayakan potensi alam yang ada, kurangnya kesadaran terhadap lingkungan alam sekitar yang bisa diberdayakan. Perlu diadakan pelatihan agar SDM bisa menciptakan desa yang produktif dan mandiri secara ekonomi dengan pemberdayaan alam sekitar. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara pemberian materi, pelatihan dan pendampingan. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian ini yakni pertama, guru dan siswa di SDN Ciandur 2 cukup antusias dalam mengikuti kegiatan, kedua kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi serta kreativitas guru dan siswa dalam membuat Ecoprint yang ditunjukkan pada hasil karya yang dibuat.
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Benny, G. (2012). Panduan Mudah Belajar Membatik. Jakarta: Redaksi.
Bestari, A., G. (2017). Inovasi Produk Batik sebagai Bagian Industri Kreatif Indonesia. Makalah Seminar. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Dharsono & Sunarmi. (2007). Estetika Seni Rupa Nusantara. Surakarta: ISI Press Solo.
Djelantik, A.A. M. (1999). Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Flint, I. (2001). Arcadian Alchemy: Ecologically Sustainable Dyes For Textiles From The Eucalypt Forest. Tesis. University Of South Australia.
Husna, F. (2016). Eksplorasi Teknik Eco Dyeing dengan Tanaman sebagai Pewarna Alam. E-Proceeding of Art & Design, 2, III, hlm. 280-293.
Irianingsih, N. (2018). Yuk Membuat Eco Print Motif Kain Dari Daun dan Bunga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
https://doi.org/10.4324/9780133892406
Muharam, E., & Sundaryati. (1992). Pendidikan Kesenian II Seni Rupa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Musman, A., & Ambar, B., A. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara.Yogyakarta: G.Media.
Pulukadang, W. R. (2009). Keterampilan Menghias Kain. Bandung: Angkasa.
Putri, R. A., Sari, D. P., & Wulandari, T. (2021). Pelatihan ecoprint sebagai upaya pengembangan kreativitas dan kepedulian lingkungan pada peserta didik. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 145–152.
https://doi.org/10.24114/jpkm.v6i2.24871
Rahmawati, I., & Prasetyo, Z. K. (2022). Pembelajaran berbasis praktik untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan peserta didik. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 33–41.
https://doi.org/10.21831/jip.v14i1.47621
Rijal, A., Mulyono, D., Fiani, A., & Syafitri, D. (2025). Socialization of the Utilization of Digital Applications as Teaching Media in State Elementary School 18 Lubuklinggau. Journal of Innovation in Community Excellence, 1(1), 24-35.
Rijal, A., Maharani, T., & Mulyono, D. (2025). Sosialisasi Internalisasi Nilai Disiplin Melalui Budaya Sekolah di SD Negeri 56 Lubuklinggau. Madaniya, 6(3), 1244-1252. https://doi.org/10.53696/27214834.1292
Suhersono, H. (2006). Desain Bordir Motif Batik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suryani, N., Lestari, S., & Hidayat, A. (2020). Ecoprint sebagai inovasi produk ramah lingkungan berbasis potensi lokal. Jurnal Seni dan Desain, 4(1), 55–63.
https://doi.org/10.24821/jsd.v4i1.3876
Wibowo, A., & Handayani, S. (2023). Faktor keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat berbasis kemitraan sekolah. Jurnal Abdimas Pendidikan, 7(1), 21–29.